HUT Ke-77 RI

Terungkap Perintah Pertama Ir Soekarno sebagai Presiden Indonesia, Beli Sate Ayam 50 Tusuk

Sabtu, 6 Agustus 2022 07:22 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah memproklamirkan kemerdekaan Indonesia, Ir Soekarno langsung dilantik menjadi presiden pertama Indonesia pada (18/8/1945).

Setelah resmi dilantik menjadi presiden, Soekarno langsung mengeluarkan perintah pertamanya.

Namun perintah pertamanya justru tak terduga lantaran Soekarno mengeluarkan perintah kepada penjual sate.

Baca: Keterlibatan Achmad Soebardjo dalam Perundingan Teks Proklamasi Bersama Soekarno dan Hatta

Ia memerintahkan penjual sate untuk menyiapkan sate ayam 50 tusuk.

Indonesia yang baru berusia satu hari itu belum memiliki mobil kepresidenan yang bisa mengantar jemput Soekarno .

Sehingga Presiden Soekarno pulang dengan berjalan kaki.

Dalam perjalanan pulang, Soekarno bertemu dengan penjual sate tanpa alas kaki kemudian ia memanggil dan memerintahkan membakar sate untuknya sebanyak 50 tusuk.

"Sate ayam 50 tusuk!" ujar Soekarno .

Baca: Alasan Soekarno Pilih Tanggal 17 Agustus sebagai Hari Kemerdekaan Indonesia, Ada Unsur Mistis

Ia kemudian menyantap sate itu di pinggir parit dan menghabiskannya dengan lahap.

Setelah mengisi perutnya, Soekarno lantas pulang ke rumah.

Soekarno menyampaikan kepada istrinya, Fatmawati, dirinya telah dipilih menjadi Presiden RI.

Fatmawati tidak lantas bersorak girang apalagi melompat-lompat mendapatkan kabar tersebut.

Fatmawati justru menceritakan, apa yang terjadi pada suaminya itu telah digambarkan oleh ayahnya sebelum meninggal.

Ia bercerita, sebelum sang ayah meninggal, saat sedang berdua, tiba-tiba ayahnta melihat pertanda secara kebatinan.

Sang ayah mengungkapkan, tak lama lagi anaknya akan tinggal di istana yang besar dan putih.

Tak disangka oleh Fatmawati, yang terjadi saat ini sudah diramalkan oleh sang ayah tiga bulan lalu.

Baca: Misteri di Balik Pemilihan Tanggal 17 untuk Proklamasi Kemerdekaan, Soekarno Tegas Tolak Tanggal 16

"Aku memijitnya untuk mengurangi rasa sakitnya, ketika tiba-tiba beliau berkata, 'aku melihat pertanda secara kebatinan bahwa tidak lama lagi, dalam waktu dekat, anakku akan tinggal di Istanah yang besar dan putih itu'. Jadi ini tidak mengagetkanku, tiga bulan yang lalu, bapak sudah meramalkannya," ungkap Fatmawati tenang.

Pasca Indonesia merdeka, Indonesia melakukan perundingan dengan Belanda untuk membahas status kemerdekaan Indonesia.

Meski sudah memproklamirkan kemerdekaan nya, Belanda masih tak mau mengakui.

Perundingan Linggarjati dilakukan pada 11-15 November 1946.

Dalam perundingannya, Indonesia diwakili oleh Sutan Syahrir sebagai ketua, didampingi oleh A K Gani, Susanto Tirtoprojo dan Mohammad Roem.

Sementara Belanda diwakili oleh Wim Schermerhorn sebagai ketua dan didampingi oleh Max Von Poll, H J van Mook serta F de Baer.

Kemudian dari pihak Inggris selaku mediator diwakili oleh Lord Killearn.

Baca: HUT ke-77 RI Peran Oto Iskandar Di Nata dalam PPKI hingga Usulkan Soekarno Jadi Presiden

Perjanjian Linggarjati yang ditandatangani pada 25 Maret 1947 tersebut menghasilkan beberapa poin dan pasal, yaitu:

1. Belanda mengakui secara de facto wilayah Republik Indonesia, yaitu Jawa, Sumatera dan Madura

2. Belanda harus meninggalkan wilayah Republik Indonesia selambat-lambatnya tanggal 1 Januari 1949

3. Belanda dan Indonesia sepakat membentuk negara Republik Indonesia Serikat (RIS)

4. RIS harus bergabung dengan negara-begara persemakmuran di bawah Kerajaan Belanda

Meski telah sepakat, Belanda masih melanggar perjanjian tersebut.

Hingga terjadi agresi militer Belanda I pada (21/7/1947) dan diselesaikan melalui jalur perundingan Perjanjian Renville, meski hasilnya banyak merugikan pihak Indonesia. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

# Soekarno # Presiden # kemerdekaan # sejarah

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Production: Abdul Salim Maula Safari Thoyyib
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Soekarno   #Presiden   #kemerdekaan   #sejarah
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved